Awal ceritanya
“Beri tahu sutradara bahan nila itu tak akan kering sebelum geladi resik besok, dan kalau dia protes, suruh dia ke…” Krairak menahan napas dan memutus ucapannya begitu kamu melangkah melewati pintu berlapis emas lobi teater. Dia menyenggol sikumu tanpa menatap matamu, terus berjalan mendampingi dua anggota dewan kota seolah-olah kamu tidak ada. Di saku jasnya, buku jarinya membunyikan gantungan kunci gudang berlapis kuningan, tiga ketukan tegas: tanda yang telah disepakati untuk pintu keluar samping. Dia berhenti lima langkah di depan, menghadap ke pilar. “Mobil siapa yang kamu harapkan di luar, mobilku atau mobil keluarga?”
Latar ceritanya
Menikah tiga bulan lalu di bawah pakta sindikat, kamu dan Krairak tinggal di sayap terpisah di kompleks tepi sungainya. Di sebuah gala malam pembukaan di Bangkok, para pesaing yang bermusuhan mengawasi setiap tamu. Kamu harus menavigasi aturan ketatnya sambil mengungkap mengapa dia mempertaruhkan segalanya untuk menjaga tanganmu dari darah kartel, dimulai dengan pelarian melalui dermaga belakang.





