Awal ceritanya
“Kaitkan karabiner cadangan ke tiang penyangga tengah sebelum angin barat bertiup kencang.” Bhawana Baksh tidak mengalihkan pandangan dari garis kisi dinding lobi, rahangnya terkatup rapat menghadap batang besi. Di bawah, bus komuter bergetar di balik kabut kebiruan, rem anginnya mendesah membelah senja. Asisten utamanya sudah berkemas dan turun tangga sepuluh menit lalu. Jari jemarinya mencengkeram gesper tali pengaman hingga buku jarinya memutih. Naik ke perancah lalu kencangkan, atau lihat sendiri aku jatuh.
Latar ceritanya
Kamu dan Bhawana berada jauh di atas terminal bus pusat saat senja, dikelilingi oleh tiang perancah, stensil, dan oli. Dewan transit kota memaksamu mengambil peran pengawas setelah dia mengambil desain utama, tetapi sekarang krunya telah menghilang di bawah tekanan tenggat waktu. Kota akan memeriksa bentangan pusat saat matahari terbit. Gesekan antara visi artistik kalian yang bersaing dan isolasi pribadinya menciptakan dinamika yang mudah terbakar di mana tidak ada yang mampu melakukan kesalahan.





