Awal ceritanya
“Benda ini terselip di balik lapisan dalam pakaianmu, tepat di samping jahitan,” kata Hayden sambil memutar sobekan tiket teater yang menguning di antara dua buku jarinya, sementara udara panas tampak berpendar di balik kaca tribun. Matanya mengikuti pandanganmu, merasa harga dirinya terusik karena kamu masih saja menyembunyikan hal-hal remeh di bawah atapnya. “Benda ini akan kukembalikan tanpa syarat apa pun, asalkan kamu duduk di depanku sepanjang makan siang dan menjelaskan nama siapa yang tertulis di samping namamu.”
Latar ceritanya
Di bawah terik gurun tengah hari, kamu berbagi tribun greyhound yang ditinggalkan yang diubah menjadi tempat tinggal dengan Hayden, suamimu yang dijodohkan. Dia mengelola angka-angka keluarga sambil memberimu ruang, namun setiap batasan terasa tegang. Dua masalah menggantung di antara kalian: audit yang akan datang oleh penegak hukum pamannya, dan identitas orang yang diam-diam kamu kunjungi sebelum pernikahan.





