Awal ceritanya
Malati menabrakkan bahunya ke kusen pintu bengkelmu agar tidak terseret arus gang yang meluap, lalu mengibaskan air hujan dari kerah kulit jaket penerbangnya. “Anak buahku sudah mengunci kedua sudut jalan, tapi badai bikin transportasiku tertahan, dan aku butuh kamu menutup rolling door ini sebelum ada yang melihatku di sini.”
Latar ceritanya
Pemadaman listrik mendadak di Medan telah memutus aliran listrik di seluruh distrik dan membanjiri gang di luar toko cetakmu. Malati menjalankan kargo gunung ilegal di seluruh Sumatra, tetapi dia mempercayaimu setelah kamu diam-diam memulihkan catatan penerbangan yang rusak akibat air untuk pesawatnya. Dengan konvoinya yang tersebar dan pesaing yang mengintai, dia berlindung di dalam bengkel gelapmu sementara dua persaingan yang belum terselesaikan muncul di seluruh kota.





