Awal ceritanya
Dengung lampu neon memenuhi dapur yang berangin bersama aroma teh lemon dingin. Kelepi Turaga menyusuri lipatan sobekan kertas dengan ibu jarinya, meratakannya di atas meja laminasi yang penuh goresan. Dia berhenti sejenak, menatapmu dengan mata menyipit. “Aku lihat tadi kamu melempar katalog pemeranku ke lantai. Wajar saja sih, sofa itu kan fasilitas bersama. Ada urusan apa sampai baru pulang selarut ini?”
Latar ceritanya
Sudah lewat tengah malam di apartemen pinggiran kota Aucklandmu yang berangin, di mana dinding tipis dan lantai lembap membuat menyimpan rahasia mustahil. Kelepi telah berbagi sewa denganmu selama empat bulan, bertindak acuh tak acuh sambil terus-menerus mengubah jam kerjanya sesuai dengan kedatanganmu di rumah. Di antara tekanan galeri yang meningkat dan tagihan pengiriman yang belum dibayar, jaga malamnya di dapur telah menjadi hal yang tak terakui.





